Thursday, 24 March 2016

Tips Ber-Do'a

TIPS BER-DO'A 

https://motivahi.blogspot.co.id/       Dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa kepada Allah swt sebagai bentuk pernyataan ketergantungannya kepada Allah swt. Abu Daud meriwayatkan dari An Nu'man bin Basyir dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Doa adalah ibadah, Tuhan kalian telah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."
Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa

Diantara waktu-waktu mustajab untuk berdoa, adalah :
1. Pada hari Arafah.
2. Bulan Ramadhan.
3. Hari Jum’at.
4. Saat sahur.
5. Antara adzan dan iqamat.
6. Setelah shalat.
7. Tatkala turun hujan.
8. Ketika perang di jalan Allah.
9. Ketika khatam al Qur’an.
10. Saat sujud.
11. Saat berbuka puasa.
12. Ketika merasakan kehadiran hati dan rasa takut kepada Allah. 

     Berdoa di Saat Shalat dan Setelah Shalat
Tentang bedoa disaat shalat ini maka para ulama Hanafi dan Hambali berpendapat bahwa di sunnahkan berdoa disaat tasyahud akhir setelah shalawat atas Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan apa-apa yang meneyerupai lafazh-lafazh al Qur’an atau lafazh-lafazh Sunnah dan tidak diperbolehkan berdoa dengan apa-apa yang menyerupai perkataan manusia, seperti mengatakan : 

"Allahumma Zawwijniy Fulanah" (Wahai Allah nikahkanlah aku dengan si fulanah) atau "A’thiniy kadza min adz dzahabi wa al fiddhah wa al manashib" (Berikanlah aku sekian dari emas, perak dan kedudukan).
      Adapun para ulama Maliki dan Syafi’I berpendapat disunnahkan berdoa setelah tasyahud dan sebelum salam untuk kebaikan din (agama) dan dunia. Tidak diperbolehkan berdoa untuk sesuatu yang diharamkan atau yang mustahil. Jika dia berdoa dengan sesuatu dari itu semua maka batal shalatnya dan yang lebih afdhal adalah berdoa dengan doa-doa yang matsur. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 7168)
       Tempat lainnya didalam shalat yang baik pula untuk berdoa adalah disaat sujud berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa."

      Dibolehkan pula baginya berdoa pada saat ruku’ berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Bukhari dari 'Aisyah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca do'a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan:
"SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII" 
(Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) '."

       Juga apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ali bin Abi Thalib bahwa jika beliau shallallahu 'alaihi wa sallam ruku' maka beliau membaca: 

"ALLAHUMMA LAKA RAKA'TU WA BIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHASYA'A LAKA SAM'II WA BASHARII WA MUKHKHII WA 'AZHMII WA 'ASHABII 
(Ya Allah, kepadaMu aku ruku', denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, patuh dan tunduk kepadau pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulang-tulangku dan otot-ototku semuanya)."

      Adapun tentang berdoa setelah shalat maka tidaklah ada larangannya jika dilakukan setelah berdzikir dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan.
      Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 583 tentang permasalahan ini menyebutkan bahwa berdoa setelah shalat adalah sesuatu yang disyariatkan, demikian pendapat jumhur ulama, dan janganlah mengatakan bahwa hal ini termasuk perbuatan bid’ah sebagaimana anggapan sebagian orang.
      Sebagaimana Imam Bukhari menerjemahkan didalam kitab Shahihnya : Bab : Berdoa Setelah Shalat. Terdapat didalam hadits bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa pada setiap selesai shalat apabila mengucapkan salam :

 'LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR, ALLAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALLA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU
 (Tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia yang mempunyai kekuasaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi. Tidaklah bermanfaat kekayaan dan harta benda dari-Mu bagi pemiliknya)."

      Al Hafizh Ibnu Hajar didalam penjelasan tentang hadits ini mengatakan bahwa telah dinukil dari sebagian ahli ilmu bahwa barangsiapa yang menafikan bedoa setelah berdoa secara mutlak adalah perkara yang ditolak. Kemudian beliau mencantumkan hadits-hadits yang didalamnya menyebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat kepada sebagian sahabat dengan doa setelah shalat, seperti : hadits Muadz :

"ALLAAHUMMA A'INNII 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIK" 
(Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.)

     Juga hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (dan Abu Daud) bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau berdoa,

“ ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINII ALLADZII HUWA 'ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYA ALLATII FIIHAA MA'AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTII ALLATII FIIHAA Meriwayatkan'AADZII, WAJ'ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ'ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN 
"Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!"

    Orang-orang yang melarang berdoa setelah shalat membatasi apabila setelah salam langsung (berdoa) tanpa mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan. Adapun jika dia mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan maka mereka tidaklah melarang berdoa setelah itu.
     Jadi apabila ada yang berdoa maka janganlah diinkari, dan apabila dari mereka ada yang tidak berdoa jangan pula diinkari karena didalam permasalahan ini terdapat kelapangan, dan hal ini terdapat dibawah pokok yang umum yaitu : DOA.
     Akan tetapi menjadikan doa ini dalam suatu sifat khusus (tertentu), seperti seorang imam yang mengeraskan (doa) lalu orang-orang dibelakangnya mengaminkannya kemudian mereka memegang teguh perbuatan ini dan menjadikannya sesuatu yang terus menerus dilakukan adalah perkara yang baru (bid’ah) tanpa ada diragukan.
      Doa Setelah Saat Shalat Tahajjud
Imam Muslim meriwayatkan dari dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

"Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allah 'azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam."

     Hadits tersebut berisi anjuran untuk meghidupkan malam dengan berbagai ibadah, seperti : membaca Al Qur’an, shalat tahajjud, istighfar dan berdoa terlebih lagi bahwa Allah swt turun ke langit dunia pada seperti malam terakhir.
     Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

"Rabb Tabaraka wa Ta'la turun ke langit dunia pada setiap malam, yakni saat sepertiga malam terakhir seraya berfirman, 'Siapa yang berdo'a kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni."

      Seorang yang melakukan shalat tahajjud berarti termasuk orang yang menghidupkan malamnya dan dia berada pada suasana terbaik untuk berdoa berdasarkan hadits-hadits diatas. Dibolehkan baginya berdoa di sepanjang malam itu, baik disaat shalat tahajjudnya atau setelah tahajjud sebelum menunaikan shalat witir atau setelah shalat witir.
     Dan hendaklah doa setelah shalat witir dilakukan setelah mengucapkan "SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS" sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ubay bin Ka’ab, dan dianjurkan pula untuk mengucapkan kalimat itu sebanyak tiga kali sebagaimana disebutkan didalam riwayat an Nasai.
Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 130969 menyebutkan bahwa membiasakan berdoa setelah witir sebelum fajar merupakan amal yang paling utama dan perbuatan mendekatkan diri kepada Allah yang paling agung sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu wa 'alaihi wa sallam menganjurkan untuk berdoa pada waktu ini.
    Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: "Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib."
Wallahu A’lam

Tips Menenangkat Fikiran

TIPS MENENANGKAN PIKIRAN


https://tipsmotiva.blogspot.co.id/      Semua orang inginIngin Menikmatnya kehidupan. Tak mudah memang membuat pikiran menjadi tenang. Apalagi saat anda merasa disibukkan dengan kenrjaan  yang padat atau sedang terjerat sebuah masalah yang rumit. Namun, ketenangan tetaplah anda butuhkan agar anda tetap bisa menikmati hidup yang terus berjalan. 


Tips menenangkan pikiran.

1. Mengubah Lingkungan
     Cara menenangkan pikiran adalah dengan merubah lingkungan. Siapa tahu dengan lingkungan anda yang baru, anda akan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya dan pikiran juga akan jauh lebih tenang.

2. Relax
    Menenangkan pikiran bisa anda lakukan dengan relaksasi. Anda cukup mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya atau anda juga bisa merenggangkan sedikit otot anda yang kaku. Dengan begitu, pikiran akan jauh lebih baik.

3. Mencari teman untuk bercerita
   Salah satunya adalah dengan curhat. Curhat bisa meringankan beban pikiran anda. Dengan curhat, pastilah pikiran anda akan jauh lebih tenang. Tetapi, ingatlah curhatlah pada teman yang anda percaya sehingga nantinya rahasia akan tetap terjaga.

4. Menyendiri
    Menenangkan pikiran dengan menyendiri. Siapa tahu dengan anda menyempatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang anda sukai sendirian, pikiran anda yang semula semrawut bisa jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

5. Berolahraga
    Lakukan dengan cara berolahraga. Tak perlu melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak tenaga, cukuplah lakukan olahraga ringan. Pastilah setelah selesai olahraga, pikiran anda akan jauh lebih fresh.

6.  Komunikasi
     Pikiran yang tidak tenang biasanya disebabkan karena suatu masalah. Jika anda ingin membuat pikiran tenang, lakukan komunikasi dengan orang yang sekiranya bisa membantu menyelesaikan masalah anda atau komunikasi dengan orang yang bersangkutan.

7.  Musik
Menenangkan pikiran yang menjadi favorit orang adalah dengan mendengarkan music. Orang percaya dengan mendengarkan music pikiran akan jauh lebih tenang.

8. Ketawa
   Dengan menonton film. Pastilah dengan anda menonton hal-hal yang lucu, anda bisa tertawa. Tertawa itulah yang nantinya bisa sedikit meringan pikiran dan pikiran akan jauh lebih tenang.

9. Beribadah
    Ibadah adalah salah satu orang mendapatkan ketenangan pikiran. Jadi, anda tak usah heran jika banyak orang yang memiliki masalah sangatlah rajin beribadah. Hal tersebut dilakukan agar ia bisa memperoleh ketenangan hati dan pikiran.

10. Positive Thinking
     Pikiran anda bisa jauh lebih tenang jika anda mau berpikir positive dalam setiap hal. Apalagi jika masalah mendera, berpikirlah positive jika anda bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan pasti ada solusi untuk masalah yang sedang anda hadapi.

Monday, 21 March 2016

Maslah Adalah Tantang

MASLAH ADALAH TANTANGAN



https://motivahi.blogspot.co.id/
     Jika anda menggap msalah adalah beban, anda mungkin akan menghindarinya. Jika anda menganggap maslah adalah tantangan, mungkin anda akn menghadapinya. Namun, masalah adalh hadiah yang apat anda terima dengan suka cita. Dengan padangan tajam, anda melihat keberhasilan di balik setiap masalah.

    Masalah ada anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tampa masalah, anda tak layak masuk kejalur keberhasilan. Bahkan hidup ini penuh maslah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

   Haadiah terbesar yang bisa di berikan induk elang kepasda anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi, bukan pula eraman hangat di malam-malam yang dingtin. Namun, ketika mereka melempar anak-anaknya itu dari tebin yang tinggi. Detik pertama anak-anak elank elang itu menganggap induk mereka sunggu keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian y6ang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. BIla anda tidak berani mengatasi maslah, andak tak akan menjadi seorang yang sejati.